Senin, 04 November 2013

Tulisan 1 : Investasi Di Pasar Modal Berkembang


Tulisan 1
Berkat Kristian Zega/29211191/3EB04



Pada era globalisasi saat ini, dimana hambatan-hambatan perekonomian semakin pudar, peralihan arus dana dari pihak yang surplus kepada yang defisit akan semakin cepat dan tanpa hambatan. Pasar Modal sebagai pintu investasi terhadap aliran dana dari pihak yang kelebihan kekayaan (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit) berperan sebagai lembaga perantara keuangan. Investor disini adalah pihak yang surplus dalam kaitannya dengan keuangan.
Siapakah pihak-pihak surplus ini? Dalam kaitannya dalam investasi dan sumber dana yang digunakannya, investor dapat dibagi. Pertama, adalah investor domestik yaitu adalah investor yang berasal dari dalam negeri yang menyusun portofolio asetnya di pasar modal dalam negeri. Kedua adalah investor asing, yaitu investor yang memiliki sejumlah dana dari luar negeri yang menyusun portofolio asetnya pada sejumlah negara yang berbeda.

Investasi asing yang datang ke negara-negara lain sebenarnya memiliki motif klasik yang meliputi, motif mencari bahan mentah atau sumber daya alam, mencari pasar baru dan meminimalkan biaya. Dari motif klasik tersebut kadangkala investor memiliki motif lain yaitu motif mengembangkan teknologi. Investor menyalurkan dananya ke negara lain biasanya tidak hanya membawa satu motif saja tetapi bisa karena beberapa motif sekaligus.
Paling tidak ada empat cara investor dapat masuk ke suatu negara: distressed asset investment, strategic investment, direct investment dan portfolio investment. Distressed asset investment adalah investasi yang dilakukan untuk mendapatkan kepemilikan atau membeli hutang suatu perusahaan dalam kesulitan keuangan. Kedua, strategic investment secara umum investor asing mengakuisisi perusahaan yang memiliki pangsa pasar cukup luas dan berada dalam segmen bisnis serta faktor lokasi yang mendukung strategi ekspansi perusahaan investor. Ketiga yakni investasi langsung (direct investment) biasanya berlangsung pada sektor yang belum begitu berkembang, misalnya pembangunan yang sarat teknologi atau pembangunan di sektor otomotif, biasanya perusahaan. Keempat adalah portofolio investment yaitu investasi dalam surat hutang dan saham di pasar modal.
Portofolio investment inilah yang selama ini menjadi perhatian banyak praktisi di bidang pasar modal. Mengapa demikian? Karena jenis investor ini merupakan yang paling cepat memindahkan eksposurnya di suatu negara jika terjadi gejolak (politik, ekonomi, kurs) yang diintrepretasikan sebagai ketidakpastian. Mereka juga adalah investor yang memiliki pilihan paling luas dibanding ke tiga jenis investor di atas. Sehingga jika ada kejadian tertentu baik secara makro, sekoral ataupun regulasi pemerintah, maka investor ini adalah yang lebih rentan dan sensitif terhadap refleksi atas informasi tersebut. Besarnya nilai investasi asing yang masuk atau keluar, praktis juga akan mempengaruhi pasar secara keseluruhan akibat adanya volume transaksi yang besar.

Peranan modal asing dalam pembangunan negara telah lama diperbincangkan oleh para ahli ekonomi pembangunan. Secara garis besar menurut Chereney dan Carter yaitu pertama, sumber dana eksternal (modal asing) dapat dimanfaatkan oleh emerging country sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perubahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam mobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi (meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif).
Tanggal Kutip : 28 Oktober 2013
Analisis  :
Pasar Modal adalah pintu investasi terhadap aliran dana dari pihak yang kelebihan kekayaan (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit) berperan sebagai lembaga perantara keuangan. Pasar Modal sebagai pintu investasi terhadap aliran dana dari pihak yang kelebihan kekayaan (surplus) kepada pihak yang kekurangan dana (defisit) berperan sebagai lembaga perantara keuangan. Pasar modal dapat memberikan keuntungan yang besar jika kita dapat memilih investasi apa yang bagus dalam pasar modal tapi disisi lain resiko  pasar modal juga besar. Investor dala pasar modal ada dua macam yaitu investor dalam negeri dan investor asing. Investasi asing yang datang ke negara-negara lain sebenarnya memiliki motif klasik yang meliputi, motif mencari bahan mentah atau sumber daya alam, mencari pasar baru dan meminimalkan biaya. Dari motif klasik tersebut kadangkala investor memiliki motif lain yaitu motif mengembangkan teknologi. ada empat cara investor dapat masuk ke suatu negara: distressed asset investment, strategic investment, direct investment dan portfolio investment. Dari keempat cara diatas yang menjadi perhatian saat ini adalah portofolio investment karena jenis investor ini merupakan yang paling cepat memindahkan eksposurnya di suatu negara jika terjadi gejolak (politik, ekonomi, kurs) yang diintrepretasikan sebagai ketidakpastian.

Tugas 3 : Contoh Tulisan Ilmiah Populer, dengan Topik Peristiwa-Peristiwa yang terjadi saat ini


Tugas 3
Berkat Kristian Zega/29211191/3EB04

Penerapan Augmented Reality Berbasis Lokasi dalam Mobile Virtual Tour

          Perkembangan teknologi telepon pintar yang didukung komponen perangkat keras seperti kamera, Wi-Fi, GPS, dan sebagainya, serta oleh sistem operasi platform mobile seperti Android, iOS, Symbian, dan sebagainya mendorong maraknya implementasi berbagai teknologi di lingkungan mobile, termasuk teknologi mobile virtual tour. Mobile virtual tour adalah aplikasi yang digunakan untuk menemukan lokasi serta informasi terkait lokasi tersebut melalui perangkat mobile. Makalah ini membahas pemanfaatan teknologi augmentedreality berbasis lokasi dalam pembangunan mobile virtual tour.Augmented reality berbasis lokasi merupakan perpaduan dua teknologi, yaitu augmented reality (AR) dan location-basedservice (LBS).
          Sistem yang diimplementasikan difokuskan untuk menyelesaikan masalah interaktifitas pada mobile virtual tour, yang mencakup pengintegrasian berbagai jenis konten seperti teks, gambar, dan video untuk menampilkan informasi, serta penerapan prinsip user generated content yang memungkinkan penambahan data dilakukan oleh pengguna sehingga proses pengumpulan data menjadi praktis. Sistem yang dikembangkan mengikuti arsitektur client-server, dengan client terdiri dari aplikasi web dan aplikasi mobile. Aplikasi mobile diimplementasikan menggunakan sistem operasi Android. Data utama yang digunakan disebut POI (Pointof Interest) yang merepresentasikan objek menarik di sekitar pengguna. Informasi lokasi POI disimpan dalam koordinat lintang (latitude) dan bujur (longitude).
          Metode pemetaan lokasi POI di dunia nyata terhadap posisi POI di layar perangkat memanfaatkan sudut antara lokasi POI dengan arah pandang kamera serta kemiringan perangkat terhadap garis horizon. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi augmentedreality berbasis lokasi dapat mengintegrasikan berbagai tipe konten untuk menyediakan informasi, namun masalah yang dihadapi adalah kecilnya akurasi informasi lokasi yang diperoleh melalui komponen GPS (Global Positioning System) pada perangkat mobile ketika aplikasi digunakan di ruangan tertutup. Sementara itu, pengujian lain menunjukkan user generated content dapat dipertimbangkan sebagai cara untukmengumpulkan data secara praktis, namun kelemahannya adalah tidak ada jaminan kebenaran data karena tidak ada mekanisme validasi masukan.

Analisa : Setelah membaca tulisan diatas saya dapat menganalisa bahwa penerapan augmented reality berbasis lokasi dalam mobile virtual tour dengan mengimplementasikan sistem operasi android dengan penambahan data maka pengguna memungkinkan kemudahan dalam mendapatkan data dengan praktis. Mobile virtual ini adalah aplikasi yang digunakan untuk menemukan lokasi serta informasi terkait lokasi tersebut menggunakan mobile. Sehingga ketika kita berada di suatu tempat dan ingin mencari tempat atau lokasi tujuan, kita dapat menggunakan aplikasi ini dan memberikan data atau informasi dengan praktis dan cepat. Namun aplikasi ini mempunyai kelemahan yaitu tidak ada jaminan kebenaran data karena tidak ada mekanisme validasi masukan sehingga ke akuratan data atau nformasi yang diberikan belum pasti benar atau akurat.

Tugas 2 : Topik Yang Menarik dan Mudah Dipahami Oleh Pembaca


Tugas II
Berkat Kristian Zega/29211191/3EB04

Topik Yang menarik
        Yang sangat di perlukan dalam karya tulis adalah Judul. Di mana Judul tersebut harus di buat semenarik mungkin agar pembaca semakin tertarik untuk memahami karya tulis yang telah dibuat oleh penulis. Akan tetapi Judul tidak saja harus mengandung pengertian yang tepat untuk melukiskan seluruh isi karya tulis tetapi syarat-syarat untuk berhubungan dengan gramatikapun harus terpenuhi. Judul harus dapat mencakup ide yang paling pokok dari seluruh isi karya tulis tersebut.

Pemilihan Topik Masalah Penelitian.
Pemilihan dan penentuan masalah penelitian merupakan tahap awal dari suatu penulisan karya tulis ilmiah.Pemilihan topik masalah ini sangat menentukan arah kegiatan penulisan karya tulis berikutnya.
A. Sumber
Langkah awal dari suatu penulisan tesis adalah pemilihan dan penentuan masalah penelitian. Pemilihan masalah ini merupakan langkah yang menentukan arah kegiatan selanjutnya. Namun demikian, pemilihan masalah ini bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana dan mudah.
Masalah penelitian yang akan digunakan oleh penulis dapat bersumber (berasal) dari :
1.       Penulis sendiri.
2.       Orang lain seperti : para ahli,dosen, atau teman anda sendiri.
3.       Buku referensi dan bahan bacaan yang telah dibaca oleh penulis.
          Masalah sustu karya tulis ilmiah,biasanya tidak muncul; dan diperoleh begitu saja. Masalah tersebut merupakan perwujudan dari hal atau kejadian yang perlu diungkapkan, masalah penelitian dapat muncul dari adanya kesenjangan (gap) antara yang seharusnya (menurut teori, konsep) dengan kenyataan yang terjadi di lapangan (praktek) berupa fakta, seperti :
1.       Terdapat hilangnya informasi sehingga menimbulkankesenjangan pada pengetahuan kita.
2.       Terdapat hasil yang saling berlawanan dari penerapan teori dengan fakta di lapangan (praktek).
3.       Terdapat fakta yang memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Dari salah satu area yang telah dipilih dan yang akan digunakan, perlu dilakukan identifikasi masalah yang lebih spesifik.

B. Keterbatasan
Suatu topik masalah harus merupakan topik masalah yang baik bagi anda, sehingga anda akan menaruh perhatian dan mempunyai dorongan yang kuat untuk melaksanakan dan menyelesaikan penulisan tersebut hingga selesai.

Dalam memilih dan menentukan topik masala, acapkali kita menemukan beberapa keterbatasan ( 5 M ) yang harus disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu :
1. Minat
Masalah sebaiknya sesuai dengan minat anda. Usahakan agar masalah yang akan dipilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Masalah yang kurang sesuai dengan minat, akan menghambat konsentrasi dan keseriusan dalam penyelesaian karya tulis ilmiah tersebut.
2. Mampu dilaksanakan
Masalah yang akan dipilih harus bisa dilaksanakan dengan baik, karena penulis harus :
a. Mampu menguasai materi, teori dan konsep.
Penulis harus mampu menguasai materi atau teori/konsep yang melatar belakngi masalah tersebut, dan sekaligus menguasai metode pemecahannya.
b. Mempunyai waktu yang cukup.
Peneliti harus dapat memperkitrakan penggunaan waktu yang cukup dan tepat untuk menyelesaikan karya tulisnya.
c. Mempunyai tenaga pelaksana yang terlatih dan cukup
Bila diperllukan, penulis harus dapat mempersiapkan tenaga pembantu yang sudah menguasai materi dan terlatih serta jumlah yang memadai.
d. Mempunyai cukup dana
Penulis harus dapat menghimpun dana yang diperlukan.
1. Mudah dilaksanakan.
Penelitian dapat dilaksanakan karena cukup faktor pendukung seperti :
a. Data cukup tersedia
b. Ijin dapat diperoleh dari yang berwenang
2. Mudah dibuat masalah yang lebih luas
Masalah yang telah dipilih sebaiknya dapat dikembangkan lagi sehingga dapat disusun rancangan yang lebih kompleks untuk penelitian berikutnya.
3. Manfaat
Penelitian harus bermanfaat dan dapat digunakan hasilnya oleh orang tertentu atau kelompok masyarakat dalam bidang tertentu yang akan dilakukan. Untuk itu, anda harus mengamati kembali kelima faktor yang dapat mempengaruhi pemilihan masalah yang sesuai dengan pertimbangan anda.

Mudah Dipahami Oleh Pembaca
Aspek ini merupakan aspek lanjutan dari sebelumnya, dimana saat pembaca melihat judul yang menarik. Namun saat membaca membuat mengantuk atau bosan, tidak mustahil sang pembaca langsung menutup laman tersebut. Tipsnya adalah :
1.       Jangan memberi terlalu banyak teks yang di tampilkan.
2.       Gunakan kombinasi gambar dan warna.
3.       Gunakan bahasa yang familiar di telinga masyarakat atau berikan penjelasan setelahnya.
       Salah satu tujuan penulisan buku adalah agar buku tersebut menarik pembacanya adalah mudah dipahami. Kemenarikan suatu buku tidak saja dari isi materi yang disajikan tetapi juga sosok tampilan buku. Buku yang terlalu tebal, penuh dengan tulisan mungkin kurang menarik bagi kelompok  pembaca tertentu. Sebab itu sangat penting untuk mengetahui kepada siapa buku anda akan ditujukan. Buku bagi kelompok anak-anak, tentunya disajikan dengan sosok yang meriah, warna-warni, ceria sesuai dengan kehendak mereka.
 

Tugas I: Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar


Tugas I
Berkat Kristian Zega/29211191/3EB04

Penggunaan Bahasa Indonesia Secara Baik dan Benar

Bahasa yang Baik           
          Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terikat oleh patokan. Dalam situasi resmi dan formal, seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam sidang DPR, dan dalam pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal, yang selalu memperhatikan norma bahasa.
          Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut :
1.    Ragam beku (frozen); digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
2.     Ragam resmi (formal); digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
3.     Ragam konsultatif (consultative); digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
4.     Ragam santai (casual); digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
5.     Ragam akrab (intimate). digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.

Bahasa yang Benar
          Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indoneia yang berlaku (kaidah yang baku). Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku.
          Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, penataan penalran, serta penerapan ejaan yang disempurnakan.Kaidah-kaidah itu diungkapkan lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar.
Ciri-ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut.
1.    Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku: acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.    Penggunaan kata-kata baku. Misalnya cantik sekali dan bukan cantik bangetuang dan bukan duit; serta tidak mudah dan bukan nggak gampang.
3.    Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.    Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Meskipun hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, secara umum dapat dikatakan bahwa lafal baku adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya: /atap/ dan bukan /atep/; /habis/ dan bukan /abis/; serta /kalaw/ dan bukan /kalo/.
5.    Penggunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele-tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis sesuai maksud aslinya.

          Dari semua ciri bahasa baku tersebut, sebenarnya hanya nomor 2 (kata baku) dan nomor 4 (lafal baku) yang paling sulit dilakukan pada semua ragam. Tata bahasa normatif, ejaan resmi, dan kalimat efektif dapat diterapkan (dengan penyesuaian) mulai dari ragam akrab hingga ragam beku. Penggunaan kata baku dan lafal baku pada ragam konsultatif, santai, dan akrab malah akan menyebabkan bahasa menjadi tidak baik karena tidak sesuai dengan situasi.

Bahasa Yang Baik dan Benar
          Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yan berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahsa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi,integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadar sering digunakan dalam situasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak benar.
          Jika bahasa diibaratkan pakaian, kita akan menggunakan pakaian renang pada saat akan berenang di kolam renang sambil membimbing anak-anak belajar berenang. Akan tetapi, tentu kita akan mengenakan pakaian yang disetrika rapi, sepatu yang mengkilat, dan seorang laki-laki mungkin akan menambahkan dasi yang bagus pada saat ia menghadiri suatu pertemuan resmi, pada saat menghadiri pesta perkawinan rekan sejawat, atau pada saat menghadiri sidang DPR.
          Akan sangat ganjil bukan, jika pakaian yang disetrika, sepatu mengkilap, dasi,  dan sebagainya itu digunakan untuk berenang. Demikian juga kita akan dinilai sebagai orang yang kurang adab jika menghadiri acara dengar pendapat di DPR dengan pakaian renang karena di sana ada ketentuan yang sudah disepakati bahwa siapa pun yang akan menghadiri acara resmi di DPR harus berpakaian rapi.  Barangkali kita masih ingat kasus seorang pengusaha sukses, yang oleh petugas protokol ditolak menghadiri acara  dengar pendapat di DPR karena  pengusaha  yang "nyentrik"  itu tidak menggunakan  pakian rapi.
Contoh Penggunaan Bahasa :
a. Saya sama Budi mau bekerja dulu sebelum kuliah.
b. Kenapa kamu gak nunggu dia di sana aja ?
Dari contoh tersebut mungkin terlihat tidak ada kesalahan.Beberapa orang melihatnya kalimat itu benar karena kalimat tersebut sudah biasa diucapkan oleh orang.Tapi , sebenarnya kalimat itu salah karena penggunaan kata yang salah. Karena katasamadulu, gak, nunggu dan aja bukan kata bakusedangkan  kata mau pada kalimat tersebut merupakan penggunaan kata yang salah pada kalimat tersebut
Kalimat tersebut jika menggunakan kata baku yang tepat akan menjadi kalimat yang baik dan benar. Berikut pembenaran dari kalimat tersebut:
a. Saya dan Budi ingin bekerja dahulu sebelum kuliah.
b. Kenapa kamu tidak menunggu dia di sana saja?
Contoh lain :
a. Berapakah Ibu mau menjual kangkung ini?
b. Apakah Bang Becak bersedia mengantar saya ke Pasar Tanah Abang dan berapa ongkosnya?
Contoh di atas adalah contoh bahasa Indonesia yang benar, tetapi tidak baik karena tidak cocok dengan situasi pemakaian kalimat-kalimat itu. Untuk situasi seperti di atas, kalimat a dan b berikut akan lebih tepat.
a. Berapa nih, Bu, kangkungnya?
b. Ke Pasar Tanah Abang, Bang. Berapa?
Contoh nyata dalam pertanyaan sehari-hari dengan menggunakan bahasa yang baku:
·       Apakah kamu sedang mengerjakan tugas rumah saat ini?
·       Apa yang kamu kerjakan tadi di sekolah?
Contoh ketika dalam dialog antara seorang Orangtua dengan anaknya.
Orangtua : Gerald! Apa yang sedang kamu lakukan?
Gerald     : Saya sedang bermain game. Ada apa, bu?
Orangtua : Apakah kamu tidak belajar untuk ujian besok?
Gerald     : Ya, akan saya lakukan setelah saya selesai bermain game, bu.
Kata-kata diatas adalah kata yang sesuai untuk digunakan dalam lingkungan sosial.

Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi
          Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasaIndonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang Indonesia tidak terampil menggunakan bahasa.Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.
·      Bahasa merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri.
·      Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami.
·      Pengunaan bahasa sebagai alat komunikasi, memiliki tujuan tertentu yaitu agar kita dipahami oleh orang lain.
Contoh :
Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dan seterusnya. Contoh :
·      Bunyi tong-tong memberi tanda bahaya.
·      Adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
·      Alarm untuk tanda segera berkumpul
·      Bedug untuk tanda segera melakukan sholat
·      Telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh.
·      Simbol-tanda utuk pengguna jalan.
·      Gambar peta yang menunjukkan jalan.
·      Suasana gemuruh kentongan dipukul tandaketika ada bahaya.
·      Adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari :
Misalkan seorang satpam perumahan berjaga-jaga/ronda pada malam hari, pada saat sudah mendekati jam 12.00 malam satpam tersebut membunyikan kentongan yang bertanda bahwa waktu sudah tepat pukul 12.00 malam. Dan timbul timbal balik antara satpam sama orang-orang disekitar perumahan.setiap orang jadi lebih mengerti tanda waktu pergantian tersebut. Jadi, bahasa yang dipakai satpam tersebut berupa kentongan yang memberikan pertanda sesuatu akan terjadi/ sesuatu yang sudah mestinya dilakukan.

Sumber :
-    vhi3y4.wordpress.com
-    wikipedia.org

Sabtu, 15 Juni 2013

Tugas III Aspek Hukum Dalam Ekonomi (softskill) " Pasar Modal "

Nama    :     Berkat Kristian Zega
NPM     :     29211191
Kelas    :     2EB04


Judul     : “ Penyebab Dan Dampak Sanksi Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan                        ( BAPEPAM-LK )Terhadap Emiten “
Penulis  : Ni Made Ria Astuty dan Vera Diyanti
Sumber: Indonesian Capital Market Directory, 2009, Institute For Economic And Financial Research, Jakarta ( ECFIN ).
              Fama, E. F, 1980, “ Egency problems and the theory of the firm “, Journal of Political Economy, 88:288-308.
          Dechow, P. M., R. G Siloan, and A. P. Sweeney, 1996, “Causes and consequences of earning manipulation: An analysis of firm subject to enforcement action by the SEC”, Contemporary Accounting Research, 13 (Spring), 1-36.
               Pdf sb
Tahun    : 2012

Hasil Analisa :

a. Larangan Dalam Pasar Modal
     Alasan : Karena dalam jurnal ini menjelaskan berbagai bentuk larangan dalam pasar modal berdasarkan peraturan perundang-undangan di Pasar Modal diantaranya penyimpangan dan kecurangan (fraud) maupun kelalaian (negligence). Pelanggaran fraud diantaranya adalah kesengajaan untuk melakukan penyimpangan atas penerapan standar akuntansi dan auditing, praktik income smoothing yang tidak wajar, mark up atas nilai aktiva, manipulasi laporan keuangan, insider trading, manipulasi harga saham, perdagangan semu, maupun tindak pidana ataupun pelanggaran di bidang Pasar Modal lainnya. Sedangkan pelanggaran negligence berupa keterlambatan dalam menyampaikan laporan keuangan maupun laporan keterbukaan informasi yang disyaratkan regulator atau kelalaian emiten dalam menyampaikan laporan keuangan yang dipersyaratkan oleh BAPEPAM-LK. Dengan demikian jurnal ini menjelaskan dengan rinci berbagai macam kecurangan yang dilakukan dalam Pasar Modal oleh pihak-pihak tertentu.

b.  Sanksi Terhadap Larangan

   Alasan : Karena jurnal ini menjelaskan sanksi yang diberikan kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran didalam Pasar Modal yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sanksi tersebut adalah dapat berupa sanksi administratif ataupun sanksi pidana. Atas sanksi-sanksi tersebut BAPEPAM-LK akan melakukan publikasi melalui press release atau melalui media massa lainnya, BAPEPAM-LK juga memberikan perlindungan kepada investor yang dirugikan dan ini juga sebagai salah satu alat untuk memberikan warning dan concern dan efek jera bagi Para Pelaku Pasar Modal agar tidak melakukan lagi pelanggaran atau tindak pidana dalam Pasar Modal. Namun sebagian besar sanksi yang dikenakan BAPEPAM-LK terkait dengan transaksi hubungan istimewa karena sruktur kepemilikan perusahaan. Masalah struktur kepemilikan perusahaan salah satu penyebab terjadinya fraund dalam laporan keuangan. Namun sanksi dari BAPEPAM-LK kepada para pelanggar di Pasar Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan dan kinerja pasar karena pengumuman atas sanksi tidak dipubliksasikan melalui media massa melainkan hanya secara internal dan pada perusahaan yang bersangkutan tapi saksi tersebut  berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dua tahun yang akan datang atas dikenakannya sanksi tersebut.