Senin, 30 Desember 2013

Tulisan 15 : Mengupas Tentang Kebijakan Moneter


Tulisan 15
Berkat Kristian Zega/29211191/3EB04

Kebijakan moneter adalah mekanisme dalam mengelola ketersedian mata uang yang dilakukan oleh suatu negara yang memiliki kepentingan tertentu. Contoh tindakannya berupa kontrol inflasi, memutuskan tingkat suku bunga, bahkan yang berhubungan dengan sistem perbankan di negara tersebut.

Sebenarnya semua sistem yang dilakukan ini bertujuan untuk tercapainya keseimbangan internal dan eksternal serta terpenuhinya tujuan ekonomi makro. Dalam keseimbangan internal terdapat beberapa poin penting seperti perkembangan ekonomi yang tinggi, terjaganya kondisi harga dan keadilan pembangunan secara keseluruhan wilayah. Sedangkan keseimbangan eksternal lebih dikenal dengan keseimbangan neraca pembayaran, Lalu ekonomi makro yang dimaksud yaitu keadaan yang kondusif dimana diukur dengan ketersediaan lapangan kerja, kestabilan harga dan keseimbangan neraca pembayaran internasional. Jadi kebijakan moneter sangat diperlukan ketika adanya masalah dalam kestabilan ekonomi sehingga hal ini disebut dengan tindakan stabilisasi. Dampaknya pasti akan dirasakan pada sektor riil yang sebelumnya terjadi pada sektor perbankan dahulu.

Otoritas Moneter atau yang lebih dikenal Bank Sentral berupaya mengendalikan laju inflasi dengan menjaga keseimbangan antara stok uang dengan stok barang, Karenanya kebijakan moneter merupakan cara untuk menggapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkesinambungan disamping tetap menjaga kestabilan harga di pasaran. Tindakan lainnya yang dilakukan mekanisme ini antara lain pada sektor tingkat suku bunga, intervensi di pasar valuta asing dan berperan sebagai pos terakhir untuk bank-bank yang menginginkan uang apabila terjadi kesulitan likuiditas.

Jenis-jenis Kebijakan Moneter
Menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dimaksudkan untuk mengendalian jumlah uang. Kebijakan moneter bisa dikelompokkan menjadi dua, antara lain :

Kebijakan Moneter ekspansif
Merupakan kebijakan dilakukan dengan cara memperbanyak jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini biasanya dilakukan ketika kondisi ekonomi mengalami resesi atau depresi guna menjadi solusi masalah pengangguran dan menambah daya beli masyarakat (permintaan masyarakat). Kebijakan ini dikenal sebagai kebijakan moneter longgar.

Kebijakan Moneter Kontraktif
Kebalikan dari kebijakan ekspansif, kebijakan kontraktif ialah mengurangi jumlah uang yang beredar. Tentunya kebijakan ini diterapkan pada saat situasi ekonomi mengalami inflasi. Dikenal dengan sebutan kebijakan uang ketat.

Sumber              :
Tanggal Kutip   : 24 November 2014
Analisis             :
Kebijakan moneter adalah mekanisme dalam mengelola ketersediaan mata uang yang dilakukan oeleh suatu negara yang memiliki kepentingan tertentu. Contoh tindakannya adalah berupa kontrol inflasi, memutuskan tingkat suku bunga, bahkan yang berhubungan dengan sistem perbankan dinegara tersebut. Jenis-jenis kebijakan moneter antara lain : Kebijakan moneter ekspansif sebagai kebijakan dilakukan dengan cara memperbanyak jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter kontraktif sebagai kebijakan yang mengurangi jumlah uang yang beredar. Semua sistem dan kebijakan ini dilakukan bertujuan untuk tercapainya keseimbangan internal dan eksternal serta terpenuhinya tujuan ekonomi makro. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar